Apa yang membingungkan di Sistem Operasi IOS 10 dan update iTunes terbaru? Mungkin saya agak ketinggalan informasi karena ternyata iTunes tidak lagi dapat melakukan sinkronisasi aplikasi ter update dari iPhone maupun iPad ke PC. Lantas apa yang harus dilakukan jika ingin melakukan backup aplikasi yang sudah dipasang maupun yang sudah diperbaharui pada perangkat iPhone/iPad ke iTunes yang ada di PC jika sewaktu-waktu ingin membeli perangkat IOS baru atau hendak melakukan service dan memasangnya kembali ke perangkat tersebut?

Kita tidak membahas tentang Sang Pencipta ataupun matematika di sini. Tapi saya hanya ingin memuji film-film yang belakangan mengangkat kisah-kisah dari India yang banyak memberikan pengalaman  tentang kehidupan meskipun belum memberikannya secara menyeluruh. Di mulai dari film 3 Idiots, Life of Pi, PK, The Hundred foot Journey hingga terakhir yang saya tonton sebuah kisah nyata yang menceritakan matematikawan India yang bernama Srinivasa Ramanujan yang dibawa dalam film The Man Who Know Infinity.

Apa yang membuat film-film yang saya sebutkan judulnya tadi sangat berkesan? Sangat banyak. Masing-masing film memiliki karakteristik sendiri dalam penyampaian pesan kepada penonton. Banyak mungkin di antara kita lebih tertarik dengan film-film Hollywood yang penuh dengan action, teknologi, ledakan, dan permainan berpikir cepat dalam setiap alur ceritanya  sehingga menjadikan film yang bertemakan india tidak termasuk dalam daftar tontonan. Padahal bagi saya, film-film india saat ini cukup memiliki nilai positif bagi para penonton, sangat emosional, dan hal-hal lain yang terkadang hampir mengarah pada pendalaman spiritual.




Cukup heran jika iphone 4S tidak lagi masuk daftar perangkat yang mendukung sistem operasi IOS 10 yang diperkirakan akan hadir menjelang akhir tahun 2016 ini. Bila dilihat dari dukungan teknis nya, ternyata semua perangkat lawas apple seperti ipad, ipod dan iphone yang masih menggunakan chip A5 tidak akan dapat mencicipi fitur-fitur yang mulai hadir pada IOS 10.



Sumber : www.space.com
Saya hanya sekedar tahu tentang teknologi Virtual Reality (VR) beberapa tahun lalu saat membaca artikel tentang Oculus, sebuah perusahaan yang saat itu sedang mengembangkan teknologi ini. Lalu kemudian kembali lagi membaca tentang VR ini saat Facebook mengakuisisi Oculus pada tahun 2014. Meskipun ini sebuah teknologi yang dikatakan 'wah' dari sisi pencapaian ilmu manipulasi otak manusia, tetapi saya belum sangat tertarik pada teknologi ini. Alasan ketidaktertarikan ini karena berhubungan dengan indera penglihatan. Sebagai manusia yang saat ini sudah mengenakan kacamata, tentu teknologi ini akan membawa dampak lebih buruk bagi penglihatan. Meskipun begitu, tidak salah juga jika saya ingin mencoba kecanggihannya.


Ya, karena iklan smartphone saya berkata demikian. Benarkah?

Secara teknis, tidaklah sesederhana itu menyimpulkan sebuah alat komunikasi canggih ini benar-benar beroperasi pada jaringan 4G/LTE seperti yang selalu ditayangkan pada iklan-iklan di segala bentuk media. Kita perlu mengetahui 2 hal berikut:
  1. Spesifikasi teknologi jaringan smartphone
  2. Frekuensi kartu SIM yang akan kita pakai pada smartphone
Kedua hal di atas tidak dapat kita pisahkan saat ingin menikmati layanan 4G/LTE. Untuk penjelasannya perhatikan gambar dibawah yang saya capture dari situs gsmarena antara smartphone Iphone 5 dan Iphone 5S sebagai contoh dari kasus ini:


Teknologi jaringan 4G/LTE yang disediakan baik Iphone 5 maupun Iphone 5S jelas memiliki perbedaan yang signifikan. Setelah mendapatkan informasi teknis smartphone, dapatkan juga informasi perihal pada frekuensi berapa kartu SIM anda akan melayani jaringan 4G/LTE ini.

Saya beri contoh, hari minggu tanggal 31 Januari 2016